SEJARAH Sekitar abad ke-16 perkiraan tahun 1600 masehi, Sebelum terwujud desa yang sekarang di namai Desa Pinangraja, dahulu daerah ini merupakan dusun-dusun yang tempatnya terpisah antara satu dusun dengan dusun lainnya. Legenda mengatakan bahwa cerita ini merupakan cerita rakyat yang memiliki bukti fisik berupa makam-makam leluhur dan catatan peninggalan Desa yang turun temurun,Desa Pinangraja terbagi 6 dusun yaitu:1. Dusun Tetelar maja yang dipimpin oleh Adipati Rangga Gading,Adipati Yudawacana, Adipati Sinduastra, dan Adipati Rangga Kemasan.2.Dusun Seuseupan dipimpin oleh Adipati Salamudin.3.Dusun Cijati dipimpin oleh Adipati Candrapati .4.Dusun Ciseureuh dipimpin oleh Adipati Menter.5.Dusun Ciporang/Citalang dipimpin oleh Adipati Jaga.6.Dusun Gembol dipimpin oleh Nyi Mas Ayu Centingwati. Pada tahun 1600 M Dusun Cijati kedatangan rombongan tamu prajurit yang berasal dari Kerajaan Penggung dengan jumlah sekitar 40 orang yang dipimpin oleh Pangeran Penggung, Menurut cerita bahwa rombongan prajurit tersebut kehabisan makanan, sehingga singgah ke Dusun Cijati. Selanjutnya rombongan tamu disambut meriah oleh masyarakat dusun cijati seperti orang yang baru datang dan dirindu-rindukan, Pangeran Penggung pada saat itu ada satu permintaan kepada pribumi yaitu ingin menginang atau bersirih atau Nyeupah, Kemudian oleh masyarakat Dusun Cijati diberi berupa daun sirih yang sudah kering dan buah pinang jambe yang didapat memulung,Alasannya pada saat itu adalah kebun sirih dan pohon pinang jambe dimiliki oleh Raja Sindangkasih.Mendengar alas an itu Pangeran Penggung marah merasa tersinggung sambil berucap“ Sirih Raja” ..puah.....puah.....puah “ Pinang Raja “ puah .....puah .....puah sambil memuntahkan seupah yang sedang dikunyahnya ke pohon jati.Menurut cerita pohon jati tersebut menjadi berduri.Singkat cerita pada tahun 1770 dusun tersebut bergabung menjadi desa yang dinamai“ Desa Pinangraja “,Kata Pinangraja yang dipilih menjadi nama desa diambil dari kata Pangeran Penggung.